handphone

di kelasnya denny, mungkin hanya denny sendiri yang tidak punya (tidak dibekali) handphone. karena ya…, banyak kekhawatirannya.

lalu, kebetulan memenangkan henpon dari smartfren. yang ketika sekilas dilihat bentuknya feature phone.
dan ketika handphonenya tiba, ternyata bentuknya saja yang feature phone, kemampuannya sudah mirip dengan smart phone, dikarenakan sudah bisa internet dan disediakan aplikasi whatsapp dan youtube.

setelah diskusi dengan ran, akhirnya diputuskan henpon tersebut akan dipergunakan oleh denny.

handphone smartfren prime

andromax prime

tapi, setelah 2 mingguan dicoba-pakai, akhirnya diputuskan untuk tidak menggunakan henpon andromax prime ini, karena layarnya yang kecil, tidak bagus untuk mata, apalagi mata denny yang silindris.

namun karena sudah di-invite ke dalam group whatsapp teman sekelas, jadi memang harus ada penggantinya.

kebetulan, hanphone ran yang lama, samsung duo sudah dibelikan baterai, sehingga sudah menyala lagi.
namun ketika simcard smartfren dimasukkan ke slot samsung duo ini, ternyata simcard tidak terbaca, walaupun operatornya dikenali.

lalu, dibelilah simcard indosat ooreedoo (im3) yang menurut penjualnya, mempunyai biaya paket internet murah, dan bisa roll-over ke bulan berikut.

indosat ooredoo im3

indosat ooredoo

tapi penggunaan henpon denny masih dibatasi, hanya di rumah, dan menjelang malam.

dan kemudian ditambahkan contacts beberapa nomor telepon keluarga, dan di-invite ke group whatsapp keluarga, sambutannya beragam.

Iklan

balada uang saku

entah angin apa, bunda nya ngasi uang 5000 ke denny, dan bilang untuk disimpan. nanti kalo mau beli sesuatu, pakai aja uang itu.

walhasil,
hari pertama megang uang tersebut, denny udah belanja es teh. seharga 3000.

hari kedua, uangnya di genapkan lagi jadi 5000, ternyata dapat laporan, kalau dia beli es diluar pagar sekolah. dan beli pop mie, karena panas, jadi katanya ditiupin sama gurunya. uang sisa 1500.

hari ketiga, uangnya cuma ditambahin 2000, jadi 3500. dibelanjain denny beli es teh lagi 3000 dan uang 500 nya katanya gelinding, hilang.

intinya adalah sebenarnya denny belum siap untuk dikasih uang saku. selain belum tahu nominal uang, dia pun ga terkontrol belanja nya.

dan juga karena ikut-ikut temannya belanja, padahal ga penting juga sampe beli – misalnya : pop mie.

jadi diputuskan untuk tidak lagi memberi uang saku selama kelas 1 SD ini. apalagi semua cemilan dibekalin.

kalo emang mau jajan, paling pergi ke mini market.

psikotest

tadi denny menjalani psikotest untuk masuk SD.

denny cerita kalau dia ditanyain, warna apel apa? dijawab : merah

trus warna mangga apa? dijawab: hijau.

kalo nyamuk adanya dimana? dijawab: dirumah

Buy

Denny, ngebaca buy , “buy”
“Itu bahasa inggris, bacanya : bay”
“Ooh, bay, dadah dadah”
Saya mikir sebentar.
“Oh bukan, kalo buy ini bacanya bay artinya beli, kalo dadah dadah itu ‘bay’ tapi tulisannya be ye e”

Membaca

Senagnya Denny sudah semakin bisa membaca.
Walau ada ejaannya yang kadang terbalik, atau susah membedakan

huruf

I besar dengan l kecil. Atau protes kenapa hutuf I ga ada titiknya.