lulus SD

denny sampai pada penyelesaian sekolah dasarnya.

wisudanya dilakukan 2 kali, pertama untuk sekolah dasar, kemudian wisuda diniyah gabungan dari berbagai sekolah SDIT.

img_20190616_105342

sewaktu denny wisuda sekolah dasar, cuma bisa dihadiri sama bunda, karena ayah sedang sakit.

dan untuk wisuda diniyah, ayah yang hadir, bunda di rumah sama rafaro, alana.

karena gabungan dari berbagai sekolah, jadi lumayan banyak pesertanya. dan ketika maju ke panggung, terdiri dari 4 baris, dan itu bisa beda-beda sekolah tiap barisnya.
jadi untuk foto, gantian perbaris.

 

 

balada uang saku

entah angin apa, bunda nya ngasi uang 5000 ke denny, dan bilang untuk disimpan. nanti kalo mau beli sesuatu, pakai aja uang itu.

walhasil,
hari pertama megang uang tersebut, denny udah belanja es teh. seharga 3000.

hari kedua, uangnya di genapkan lagi jadi 5000, ternyata dapat laporan, kalau dia beli es diluar pagar sekolah. dan beli pop mie, karena panas, jadi katanya ditiupin sama gurunya. uang sisa 1500.

hari ketiga, uangnya cuma ditambahin 2000, jadi 3500. dibelanjain denny beli es teh lagi 3000 dan uang 500 nya katanya gelinding, hilang.

intinya adalah sebenarnya denny belum siap untuk dikasih uang saku. selain belum tahu nominal uang, dia pun ga terkontrol belanja nya.

dan juga karena ikut-ikut temannya belanja, padahal ga penting juga sampe beli – misalnya : pop mie.

jadi diputuskan untuk tidak lagi memberi uang saku selama kelas 1 SD ini. apalagi semua cemilan dibekalin.

kalo emang mau jajan, paling pergi ke mini market.