kacamata hilang (lagi)

ini kedua kalinya, kacamata denny hilang di sekolah.

ngakunya, kacamatanya ditaruh di meja di kelas untuk kemudian isoma (istirahat – sholat – makan).

selesai sholat, kacamatanya sudah tidak ada,
gurunya sudah membantu mencari, dan juga tas teman-temannya dibongkar. tapi tidak ketemu juga

nabrak nabrak

denny ini kalau jalan sering nabrak-nabrak.

beberapa waktu lalu dia jalan di samping mobil, trus nyenggol spion sampai pengok, eh dia cuek aja terus melenggang.

kalau jalan di sampingnya, pasti kena pepet, jadi bikin susah jalan.

tanpa izin

pagi ini denny mau kunjungan edukasi ke pabrik nugget, ketika tasnya diperiksa, di dalamnya ada handphone lama punya bundanya.

sebelumnya handphone itu memang ditaruh di meja ayahnya buat dipakai untuk hal lain (yang belum juga dimulai-mulai, hanya rencana doang).

masalahnya, denny sama sekali ga bilang kalau dia bawa handphone itu.
kalau bilang, mungkin dikasih solusi, karena ketika ditanya untuk apa handphone itu, dia bilang untuk foto-foto.

di sekolahnya (atau di bis) memang ada beberapa anak yang membawa handphone dan tablet. yang kemungkinan memang untuk dipakai main games.

Sol copot

Entah apa yg dilakukan denny di sekolah,  dua pasang sepatunya copot solnya,  kanan dan kirinya.

Jadi sehari sebelumnya sudah ganti sepatu karena solnya lepas.
Trus sepatu yg inipun solnya lepas,  kedua duanya.

Memang sih sepatu yg kedua ini warisan dari edo/dava, tapi ya koq bisa keduaduanya solnya lepas.

Umroh

Denny berkesempatan pergi umrah dengan ayah bunda kakek nenek dan nenek
ini pertama kalinya denny pergi ke luar negeri. dan berurusan dengan imigrasi. jadilah ayahnya yang mendampingi ketika harus berhadapan dengan petugas imigrasi.

Alhamdulillah sehat, cuma pilek dan alergi kulit, serta bibir pecah pecah, namun masih bisa melaksanakan umroh bahkan dua kali.

Ketika baru sampai Madinah, langsung diajak sholat subuh ke masjid Nabawi. Denny dibawain sejadah.
Kemudian ketika sampai di dalam masjid baru sadar kalau sejadah yg diselempangkan ke leher sudah ga ada.

Denny lumayan dapat perhatian dari beberapa jemaah, punggungnya diusap-usap, ditanya-tanya (dalam bahasa yg kita mengerti), diajak tos.
waktu di Mekkah pun denny bahkan dapat sedekah nasi biriyani dari orang😀
dan juga ketika baru mendarat di Jeddah, dan melewati pemeriksaan imigrasi, denny malah ditawarin kacang sama petugas imigrasinya. tadinya denny nyangka itu kacang, jadi langsung dikunyah ajah. taunya kuaci😀

denny depan ka'bah

dalam menjalankan ibadah, denny ga ada masalah, paling cuma diingatkan untuk ikut sholat sunnah, soalnya sayang udah di kota haram koq ga banyak shalatnya.
Nah, pas dapat masuk ke raudhah, denny diajak sholat malah diam aja berdiri, ternyata dia sempit dan sulit untuk sholat.
Ya maklum, di raudhah orang ramai banget yang mau masuk ke lokasi tersebut, tapi ya sayang aja kesempatan doanya jadi hilang.

Di hotel, hiburan denny adalah tv. Ada channel anak-anak (cartoon network) yang arabiya. Semuanya didubbing pakai bahasa arab. Ada satu dua yang film khusus dibuat dengan kearifan lokal arab.
sementara ketika di pesawat, hiburannya adalah inflight entertainment, dari nonton film sampai main game.

nah ketika selesai umroh, ditanyain, mau digundul apa engga. dijawab mau.
tapi begitu di jakarta, dia kaya’nya agak malu ketika dikata-katain botak sama orang gang belakang. jadi setiap pergi ke mesjid deket rumah, sarungnya selalu disangkutin di kepalanya.