udah beberapa minggu ini, Denny diajarkan mengeja dua suku kata oleh bunda, lumayan banyak yang sudah hapal.
kaki – muka – pipi – dll,
udah beberapa minggu ini, Denny diajarkan mengeja dua suku kata oleh bunda, lumayan banyak yang sudah hapal.
kaki – muka – pipi – dll,
tadi malam, kira kira jam 10 lebih, di rumah, mati lampu. denny yang lagi demam, malah jadi bangun. karena mati lampu, kita pasang lilin. eh dia sibuk ngajak ngobrol soal lilin, “(t)iup… (t)iup ..,” obrol denny.
trus dikasi tau, kalo itu namanya lilin. eh tetep bilangnya “(t)iup”. terus dia coba tiup beberapa kali, dan akhirnya mati juga satu lilin. dan langsung tepuk tangan.
denny sekarang sudah ‘pak turut’ banget, gitu kata bundanya. soalnya hampir semua kata yang kita ucap, atau ajak obrol, pasti kata terakhirnya diucap balik sama denny.
trus juga denny sudah bisa berhitung satu sampai sepuluh dengan cara, di pancing penggalan kata awal, lalu denny yang menyambung penggalan kata akhir.
“sa..?”
“…tu,” kata denny.
“du…?”
“..wa,” kata denny.
waktu kemarin diajak ke indomaret, ketika melihat kopi sachet, denny dengan lantas nyebut, “..pi!”. wah kaget, koq bisa tahu.
dan kalo kita tanya, “ini apa?” tapi denny ga tau, trus dia balik tanya “..apa?”.
ketika lagi gendong denny pulang dari tempat nenek,
denny berseru sambil nunjuk-nunjuk keatas, “mpu!, mpu!”.
saya bingung, lampu?, mungkin lampu penerangan jalan kali ya, pas saya nengok keatas. wah! ternyata bulan!
“bulan nak, bukan lampu,” kata saya.
“mpu!, mpu!..,” kekeuh denny masih tetep nunjuk-nujuk ke langit
denny menggunakan kata : awas! untuk: