ketika diajak jalan-jalan ke itc BSD, denny dan tasya tentu repot kalau ikut belanja sama tante-tante nya.
trus dari pada ikut belanja, ditinggalah kita sama wowo samir serta mba ting di amazone – tempat permainan ala timezone.
seperti yang sudah saya duga sebelumnya, kalau denny main kuda-kudaan dan sejenisnya, gak cukup 1 koin, karena begitu satu rit itu selesai, langsung nangis, walhasil jadi menambah 1 koin lagi.
jadi setiap 1 permainan minimal 2 rit.
nah karena keterbatasan koin, dan juga boros jika ngikutin kemauan denny dan tasya, akhirnya dibujuk-bujuk untuk duduk di beberapa video-game mobil-mobilan.
tapi sialnya, begitu ada yang mau mainin video-game itu – dan kita tergusur, denny nangis lagi
Sebulan lalu, dokter Barita, SpA menyarankan supaya denny dites darah dan di rontgen, atas keluhan susah makan, dan juga berat badan jauh dibawah standar. dimana harusnya 11 kg-an, saat ini cuma 9.5 kg-an.
hasil tes darah lumayan normal, walaupun hemoglobinnya dibawah standar, 11, dimana standarnya 13.
tapi ketika membaca hasil rontgen, dr Barita, mendiagnosa ada sesuatu cairan(?), flek di paru-paru denny untuk kemudian meresepkan obat untuk diminum denny selama 6 bulan.
Bundanya denny ga sreg, soalnya kasihan kalau denny harus minum obat selama 6 bulan. ga tega rasanya.
walaupun, menurut saya, demi kesembuhan, apapun sih.
akhirnya kita ke dokter Nani, SpA untuk minta pendapat beliau. pendapat beliau, denny kemungkinan kurang makan, terlihat dari hemoglobinnya, dan untuk rontgennya, harus dicoba tes mantoux dulu.
tes mantoux ini untuk mengetes apakah imunisasi TBC bekerja dengan baik. jika hasil tes negatif, berarti imunisasi bekerja dengan baik dan mungkin ada hal lain, misalnya ketika di rontgen dalam kondisi batuk, atau hal lain. jadi, mungkin tinggal dicari cara agar denny mau rajin makan dan minum susu.
nah, kalau hasil nya positif, mau gak mau resep dari dr Barita, SpA harus ditebus.
hari minggu, kita kedatangan tamu dari subang, yaitu oom donny, tante yeyen dan kak tasya.
tasya yang beda 5 bulanan dengan denny, lumayan bisa menjadi teman bermain. tapi yang namanya anak kecil, kadang masih belum sadar apa yang mereka lakukan ke teman bermainnya, sehingga beberapa kali berujung dengan tangis
beberapa kali juga saya temui denny gak terima kalau bola / mainannya dimainkan oleh tasya, sehingga menjerit atau nangis kalau dia tidak berhasil mendapatkan bola / mainan yang sedang dimainkan tasya.
denny tampaknya lebih bisa bersahabat dengan orang yang tidak terlalu jahil dengan dia. yang gak terlalu agresif. sehingga kalau tasya lagi kumat isengnya, nyoel pipi denny misalnya, yang ada tangan denny udah siap-siap pengen mukul.