biasanya ketika sudah jam tidurnya denny, saya akan menggendong denny supaya cepat tidur. lalu ditaruh di box nya.
tapi tadi malam saya udah ngantuk berat padahal masih jam 8 malam. sedangkan, desi yang sedang ada calon adiknya denny, tentu susah menggendong denny yang ga mau diam — nggeliat kesana kemari — kalau digendong.
akhirnya saya mengajak denny tidur ditengah tengah antara saya dan desi. saya lingkarkan tangan saya ke denny supaya dia gak bisa kemana-mana.
tapi denny tetap bisa ‘meloloskan’ diri dan merangkak kebagian lain kasur. saya yang setengah tertidur mengejarnya. trus saya lingkarkan lagi tangan saya ke denny.
tiba-tiba saya terbangun karena teriakan desi. setengah sadar saya melihat denny sudah di lantai. – belom menangis -. ketika saya buru-buru menggendongnya. barulah tangisnya meledak.
tampaknya saya tertidur sekejap dan denny sudah sampai di ujung tempat tidur. karena sama sekali tidak mendengar denny jatuh – sampai dibangunkan oleh suara desi.
kepala denny benjol memerah. segera saya telpon nenek-nya denny. yang segera datang dengan buah pala yang sudah ditumbuk. lalu dicampur air dan dioleskan dibenjolnya denny.
desi mengusulkan membeli strombopop [spell check?], gel/salap untuk mengatasi luka memar. dan meringankan nyeri yang ditimbulkannya.
semoga denny gak apa apa. karena tadi benjolnya sudah hampir hilang, tinggal biru lebam nya masih ada.